TITIK TEMU MANUSIA DAN KOPI
Christine Anastasya Siahaan | FOTKOM401

     Kopi atau ‘ngopi’ tidak selalu bermakna minum kopi. Sebagian orang mengartikannya sebagai suatu kegiatan seperti ngobrol, nongkrong ataupun berbincang-bincang kecil mengenai kehidupan. Budaya ‘ngopi’ hanya ada di Indonesia dan sudah lama mendarah daging dalam masyarakatnya sendiri. ‘Ngopi’ merupakan pelarian manusia ditengah kesibukan dunia dan kepenatan kerja. Ngopi adalah kata kerja dimana manusia hidup di dalamnya dan mampu meleburkan perbedaan ras, agama, suku, profesi serta kedudukan.

     Warna pekat kopi yang sudah dihancurkan dan diseduh menimbulkan aroma khas yang memikat para pecintanya. Keahlian barista dalam atraksinya juga membuat para penikmat merasa bahagia bahkan sebelum mencicipi kopinya. Baristaa dalah ‘jiwa’ dan ‘wajah’ bagi sebuah coffee shop. Tanpa racikan dari tangan-tangan mereka, kopi tidak akan menjadi candu bagi para pecintanya.

     Para pecinta kopi dapat menemukan ketenangan dengan hanya mencium aromanya. Tak heran jika ide, inspirasi, serta gagasan kerap hadir disela-sela kegiatan mereka. Kini coffee shop tidak hanya menjadi tempat untuk sekedar minum kopi namun juga sebagai kantor dan bahkan menjadi rumah kedua bagi pecintanya.

We believe that coffee is more than just a drink: It’s a culture, an economy, an art, a science and a passion. — The National Coffee Association of USA

5R barista7

5R barista2

5R barista

10R barista1

10R barista3

5R barista5


June 9, 2016

Leave a Reply