Polemik pengelolaan sampah menjadi sebuah masalah yang harus segera ditangani Pemerintah Daerah (Pemda) DIY. Pasalnya dari tahun ke tahun volume sampah terus meningkat. Pada 2014 silam sampah yang dibuang ke TPS Piyungan mencapai 403 ton per hari. Meningkat pada 2015, yakni menjadi 404 ton per hari. Di tahun 2016 sampah terus meningkat kembali menjadi 432 ton per hari. Peningkatan yang signifikan terlihat pada tahun 2017 menjadi 550 ton per hari. Pada Januari 2018 rata-rata pembuangan sampah meningkat ke angka 632 ton per hari.
 

Persoalan tukang jahit pun seharusnya tidak lepas dari perhatian kita bersama. Sebab pelaku usaha dalam bidang ini tentu di butuhkan kehadirannya. Joni (60) mengatakan bahwa omzet dari menjahit di hampir pertengahan tahun 2018 ini semakin menurun. Dalam sehari biasanya Joni mendapatkan Rp 150.000 dan saat ini hanya mendapatkan Rp.50.000. Itu artinya Joni hanya mengerjakan 3 sampai 7 potong saja. Biasanya setiap hari ia mampu mengerjakan 10 sampai 20 potong.

Pangsa pasar pertanian turun terhadap PDB dari 22,09% ditahun 1990 menjadi 13,45% tahun 2016. Serapan tenaga kerja juga menurun dari tahun 1990 sebanyak 55,1% menjadi 31,9% berdasarkan tenaga kerja sektoral.
IRZA

Upah nominal harian buruh bangunan mengalami kenaikan tipis 0,02% pada Desember 2017. Besaran kenaikan nominal hariannya, dari Rp 84.438 menjadi Rp 84.454. Namun, karena inflasi Desember 2017 sebesar 0,71%, upah rill buruh bangunan turun 0,69%. Buruh bangunan masuk dalam 40% lapisan masyarakat kelas menengah ke bawah di Indonesia.

Upaya mewujudkan kesejahteraan yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui sektor perdagangan pun dirasa belum optimal. Di tahun 2018 ini pemerintah harus merevitalisasi 1.200 pasar tradisional. Hal ini untuk mencapai target revitalisasi 5.000 pasar tradisional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Jika diasumsikan setiap tahun harus menyelesaikan 1.000 pasar. Fakor menurunnya disebabkan oleh alokasi anggaran terbatas.

Kesejahteraan dalam masyarakat hadir ketika semua aspek yang mempengaruhinya berjalan cukup baik. Mulai dari sandang, pangan, papan harus terpenuhi sedemikian rupa. Tapi apa jadinya ketika profesi yang dapat memenuhi kebutuhan itu minim perhatian.

Tanpa sadar sering sekali melupakan peran profesi seperti petani, tukang sampah, buruh bangunan, pedagang, dan tukang jahit yang kurang diperhatikan oleh sebagian elemen masyarakat. Revitalisasi sangat dibutuhkan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Fenomena ini menjadi penting untuk diperhatikan. Dalam aktivitas sehari-hari, tentu sedikit banyak profesi tersebut berjasa bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian bangsa Indonesia.

Indra Purnomo – FOTKOM 401