Bermula ketika sesuatu terjadi padanya. Ini tentang kehormatannya yang sangat dijunjung tinggi oleh mereka kaum wanita. Semua warna padanya memudar menjauh dari raganya. Kemudian yang terjadi seolah tidak ingin berlalu begitu saja. Membuatnya enggan untuk hanya sekedar menampakan diri pada cahaya, sesuatu yang padahal tak bernyawa. Ketika ia berdiri di sekitar mereka kaumnya, rasanya sungguh berbeda. Mereka wanita yang tampak sempurna hingga raganya terasa berjarak. Raganya tertinggal akan langkah-langkah mereka.

Keluarga, awalnya ayah dan ibu terdiam untuk hal yang sama. Namun kemudian memberi tahu kepadanya tidak ada yang perlu ditakukan. Dengan selalu tersenyum untuknya dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Membuat lupa ialah tujuan ayah dan ibu untuknya. Melegakan untuknya mendapat hal itu ada.

Dan untuk mereka yang disana, kembalilah. Jemput semua yang sempat tertinggal. Karena dunia engga menunggu.

Fauziatur Rahmi – FOTKOM 401