FOTKOM401

ALUN ALON
Rizki Nur Widyatmaja | FOTKOM401

    Alun-alun Kidul yang biasa disingkat Alkid atau dalam Bahasa Indonesia berarti Alun-alun Selatan, merupakan wilayah bagian selatan dari Kraton Yogyakarta. Saat ini Alkid menjadi sebuah ruang publik bagi masyarakat. Berbagai macam kegiatan dapat dijumpai di Alkid. Menjelang sore hingga malam hari, Alkid menjelma sebuah tempat rekreasi rakyat yang tentunya sayang untuk dilewatkan.

    Alun Alon dimaknai sebagai cara berfikir lambat  tentang alun-alun. Bagaimana kita dapat merasakan bagaimana alun-alun sangat bermakna bukan hanya sebagai tempat wisata bagi turis dan sumber pendapatan bagi masyarakat sekitar. Bagi masyarakat sekitar Yogyakarta, Alun-alun merupakan tempat yang biasa dan tidak asing bagi mereka. Tapi jika kita menyediakan waktu di Alun-alun dan tidak berfikir cepat, maka presepsi tentang Alun-alun yang “biasa” akan menjadi “istimewa”.

Rizki Hap_5R (1)

Rizki Hap_10R (2)

Rizki Hap_5R (3)

Rizki Hap_12R

Rizki Hap_5R (2)


EVAN

MENATA ULANG
Evan Tahir | FOTKOM401

    “Kami masih duduk dibangku SD saat tebing ini pertama digali”, ujar seorang penambang batu yang sekarang menambang di Tebing Breksi. Lokasi tambang batu yang terletak di kawasan wisata Candi Ijo ini awalnya digali pada tahun 80-an oleh penduduk disekitar lokasi penambangan.

    Dulu penambang ditempat yang sama hanya bertujuan untuk menjadikannya sebagai tempat mengais rejeki. Namun, sekarang penambang telah menata ulang tempat yang sama hingga memiliki sebuah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Hasil yang didapat dari para penambang telah menata kembali tebing breksi dengan tidak sia-sia. Di awal tahun 2015 tempat ini mulai diramaikan oleh para wisatawan lokal, bahkan menjadi sebuah destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

(12R) tambang breksi2

(10R) tambang breksi4

(5R) tambang breksi1

(5R) tambang breksi3

(5R) tambang breksi6

(10R) tambang breksi7

(5R) tambang breksi10

(5R) tambang breksi9

(5R) tambang breksi8

BERKARYA DENGAN DISABILITAS
Rizka Amira Habibah | FOTKOM401

 

Mandiri Craft merupakan salah satu industry manufaktur mainan yang berdiri pada tahun 2003 yang diprakarsai oleh 25 orang penyandang cacat. Kerajinan yang dikelola dan dijalankan oleh kaum difabel ini dapat dijumpai di Jalan Parangtritis Km 7 Cabean Sewon, Bantul, Yogyakarta.

Produk utama yang dihasilkan berupa alat permainan edukatif berkualitas ekspor. Selain itu, Mandiri Craft juga memproduksi furniture, meja kursi sekolah, dan menerima pesanan sesuai desain keinginan dari pemesan. Produk tersebut menggunakan bahan kayu mahoni dan cat non-taxic sehingga aman untuk kesehatan anak-anak.

Hal yang membuat industri manufaktur ini beda, yaitu latar belakang fisik para pekerjanya. Kebanyakan dari mereka menderita cacat fisik sejak mereka lahir. Tetapi ada beberapa dari mereka yang disebabkan oleh kecelakaan dan bencana gempa bumi 5 tahun silam.

Keterbatasan yang mereka miliki tidak akan mengubah semangat untuk meraih mimpi mereka yang lebih terbatas dari kita sebagai orang normal.

mandiri craft2

mandiri craft1

mandiri craft6

mandiri craft7

mandiri craft8

mandiri craft9

mandiri craft3


 

STORY OF JANTI
Habib Salsabil Jaslenri | FOTKOM401

     Berdirinya fly over membuat daerah Janti memiliki kehidupan sendiri. Banyak aktifitas yang ada disekitar Janti dalam sehari harinya. Mulai dari pagi hingga tengah malam.

     Janti mempunyai nilai unik yaitu merupakan jalur pendaratan pesawat. Dengan kebisingan yang ditimbulkan dari pesawat sendiri tidak membuat yang tinggal dan yang mempunyai usaha disana meninggalkan daerah Janti. Bahkan untuk tertidur dengan pulas.

     Memiliki banyak aktifitas dalam kehidupan sehari dari daerah Janti  yang banyak tidak membuat daerah Janti macet. Ketertiban para pengendara yang berlalu lalang di Janti membuat Janti jarang terkena macet. Adanya fly over juga membantu Janti terhindar dari kemacetan dan membuat pengendara nyaman lewat didaerah Janti.

Habib_5R (1)

Habib_5R (2)

Habib_5R (3)

Habib_10R (1)

Habib_10R (2)

Habib_12R


SANDBOARDING
Stefanus Krestianto | FOTKOM401

     Tidaklah terlalu sulit untuk menemukan lokasi gumuk pasir Parangkusumo ini. Dari pusat kota Jogja atau kawasan Malioboro kita hanya perlu menuju ke arah Pantai Parangtritis, Di Jalan Parangtritis kita hanya perlu lurus saja hingga bertemu dengan pintu gerbang atau Tempat Pembayaran Retribusi (TPR) kawasan wisata Pantai Parangtritis. Tidak jauh dari pintu gerbang retribusi, akan terlihat jelas gundukan pasir yang berada di sisi kanan jalan. Keberadaan gumuk pasir di pinggir pantai ini tidak lepas dari adanya keterkaitan antara Gunung Merapi sebagai salah satu gunung paling aktif di dunia, Sungai Opak, dan Pantai Parangtritis. Pasir-pasir tersebut berasal dari material abu vulkanik erupsi Gunung Merapi yang terbawa oleh aliran Sungai Opak hingga akhirnya sampai ke muara di Pantai Parangtritis. Gumuk Pasir Parangtritis ini merupakan gurun pasir aktif yang terus bergerak sehingga posisinya dapat berubah karena tiupan angin.

      Bermain sandboarding di gumuk pasir Parangkusumo bisa dilakukan dengan ketinggian sekitar 20 meter, pengunjung dapat meluncur sepanjang 200 meter, kita hanya di kenakan biaya 70 ribu untuk meyewa papan sandboarding. Terdapat juga pengaman untuk siku, lutut dan helm sehingga pengunjung tidak perlu takut untuk meluncur. Untuk waktu yang pas melakukan aktivitas Sandboarding ini yaitu pada sore hari sekitar jam 4-6 sore, karena pada jam tersebut suhu permukaan pasir tidak terlalu panas sehingga memungkinkan untuk melakukan aktifitas diatasnya. Ditambah jika anda adalah penggemar sunset, setelah lelah bermain sandboarding anda bisa beristirahat di Pantai Parangtritis atau pantai Depok untuk menikmati sunset di Samudra Hindia.

Stefanus_10R (3)

Stefanus_10R (2)

Stefanus_10R (1)


RAPPELLING OLAHRAGA PEMACU ADERNALIN
Mar’i Aufaqil W |FOTKOM401

    Rappelling adalah salah satu teknik panjat paling berbahaya. Penuh tantangan dan dibutuhkan nyali yang besar untuk melakukan olahraga tersebut. Tidak banyak orang yang berani untuk terjun dalam dunia rappelling. Banyak kecelakaan terjadi saat rappelling, salah satunya jatuh dari ketinggian yang menyebabkan patah tulang atau bahkan memakan korban jiwa.

    Mas Akbar, begitu panggilan akrab lelaki yang sangat mencintai panjat tebing maupun rappelling ini. Ia mulai jatuh hati pada Rappelling sejak duduk dibangku SMA, hingga saat memasuki dunia kerja pun ia masih aktif latihan rappelling dan panjat tebing.

    Sudah sejak lama Akbar melakukan kegiatan rappelling pada sebuah jembatan yang beralamatkan di Pugeran, Sleman Yogyakarta. Dan sudah lama pula tempat ini dijadikan pusat latihan bagi pecinta alam dan olahraga ekstrim yang ada di Yogyakarta. Saat ditemui, Akbar tengah melakukan sebuah latihan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuannya.

    Pesan moral yang dapat diambil dari rappelling yaitu tidak hanya melatih keberanian tetapi juga melatih kepercayaan diri anda. Apabila anda melakukan rappelling dari tebing, dan harus percaya pada tali pengaman serta peralatan safety lain yang sangat penting dalam suatu olahraga ekstrim.

Mar'i_12R (1)

Mar'i_10R (2)

Mar'i_10R (1)


 

EMBUNG TAMBAK BOYO
Rhony Vandame S | FOTKOM401

     Embung Tambak boyo merupakan salah satu waduk yang berada di Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Waduk ini terletak diantara tiga desa yaitu Condongcatur, Maguwo, dan Wedomartani. Waduk yang luasnya 7,8 hektar dan volume tampungan sekitar 400.000 m3 ini memiliki wilayah yang cukup luas. Fungsi utama dari waduk ini adalah cadangan dan resapan air tanah untuk warga Bantul, Sleman, dan Yogyakarta sebagai sarana pengairan serta cadangan air untuk PDAM dimasa mendatang. Namun saat ini waduk sering digunakan sebagai sarana rekreasi seperti memancing, berolahraga, bahkan piknik.

     Tempat berolahraga yang biasa digunakan adalah jalan berkonblok yang memiliki jarak yang cukup jauh. Hal yang menarik adalah pemandangan sekitar yang cukup indah. Selain  itu terdapat juga penginapan disekitar Embung.

     Wilayah sekitar waduk ini telah didesain khusus dengan rapi sehingga memiliki pemandangan yang indah. Jika anda ingin berkunjung, waduk ini memiliki lokasi yang cukup mudah untuk dilalui. Letak pastinya adalah sekitar 1 km kearah utara dari Ringroad utara depan kampus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Transportasi juga mudah jika anda menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Rhony_5R (3)

Rhony_10R (1)

Rhony_10R (2)

Rhony_12R


WARNA DAN MINORITAS
Adi Cahya Pangestu | FOTKOM401

    Ada pelangi di Kali Code, begitulah gambaran yang terbenak oleh masyarakat saat melihat keceriaan warna-warni di rumah warga pinggir kali ketika melintasi jembatan Gondolayu, Jogja. Merah, putih, kuning dan biru membuat rumah-rumah yang didesain oleh almarhum Romo YB Mangunwijaya ini tampak indah.Pada mulanya Kampung Code adalah pemukiman kumuh dan miskin di pinggiran Kali Code yang membelah tengah kota Yogyakarta. Kondisi masyarakat miskin dapat tergambarkan pada Kampung Code, yang terdiri dari pemulung, pengamen, pengemis, pelacur, dan lain-lain.

    Pola dan warna itu sebenarnya hanyalah baju. Pesan atau intisari yang hendak digapai dari kegiatan ini adalah kehidupan warga yang semakin ceria dan mandiri. Warga harus selalu penuh optimisme dan mampu berdikari di tempat sendiri adalah semangat yang hendak diraih. Usaha masyarakat bersama Romo Mangun, mendapat hasil berupa penghargaan internasional yaitu Aga Khan for Architecture pada tahun 1992.

     Bahasa estetika dari Kali Code ini adalah bahasa estetika rakyat jelata yang tradisional, berwarna-warni, sederhana tanpa pretensi berindah-indah. Mungkin agak banal, tapi apa adanya. Selain estetika visual, dalam proyek ini terpendam juga estetika kemanusiaan yang justru lebih indah. Yaitu bagaimana sesuatu yang dicap jelek, kumuh, tidak bernilai ternyata mampu bertransformasi menjadi sesuatu yang bernilai, bahkan memberi nilai tambah pada estetika perkotaan.

     Kampung Code telah menjadi sebuah miniatur peradaban berbasis arti penting local wisdom, yang diperlopori oleh seorang local jenius yang gigih. Hal ini dimungkinkan karena Romo Mangun tidak hanya mengubah desain arsitektur fisik perkampungan itu, akan tetapi dia juga mendorong terciptanya perubahan sosial (sosial engineering) dengan cara mensolusikan dan memberdayakan perekonomian mereka.

B

C

D

E2

A

G


JAGAL KUDA
Semilir Kidung | FOTKOM401

     Jagal kuda merupakan usaha bapak Heru yang bertempat di dusun Segarayasa, Pleret, Bantul. Pak Heru merupakan generasi kedua usaha ini. Aktivitas menyembelih kuda dimulai dari pukul 16.00 WIB, jagal kuda ini setiap harinya menyembelih dua kuda, jika kudanya besar hanya menyembelih satu kuda saja. Kuda yang di sembelih ini akan di jual dagingnya, sedangkan ekor dari kuda akan dijual untuk dijadikan topeng.

Kidung_12R

Kidung_10R (1)

Kidung_10R (2)

Kidung_10R (4)

Kidung_10R (3)

Kidung_5R (2)